Begitu Lamanya Tidak Menulis


Lama sekali saya tidak menulis di blog. Meliriknya pun jarang. Kurang lebih sekitar sebulan terakhir ini. Sepanjang Mei, saya tidak menulis apapun di blog. Tapi alhamdulillah jika blog ini masih banyak pembacanya. Banyak yang mau berkunjung dan membaca tulisan di sini selama saya tinggal. Hehe. Yanlg menjengkelkan mungkin adalah spam komentar yang banyak sekali nyantol di blog ini. -_-

Banyak hal yang terjadi di sepanjang bulan Mei tersebut. Antara lain adalah Lia, adik bungsu saya yang sakit pada akhir April. Entah mengapa secara tiba-tiba adek saya yang genap berusia dua tahun itu mendadak sakit setelah diajak ibuk mengunjungi keluarga sanak saudara yang meninggal. Banyak yang bilang bahwa adikku terkena sawangen/sawanen. Saya tidak terlalu paham dengan istilah tersebut karena katanya berkaitan dengan dunia lain. Adik saya harus dua kali mendapatkan perawatan di dua rumah sakit yang berbeda pula. Sakit yang diderita antara lain adalah diare disertai demam tinggi. Diawali dengan step atau kejang-kejang secara mendadak pada malam hari sampai kami sekeluarga terpaksa melarikannya ke rumah sakit. Entah mengapa saya dan Ilham, adik pertama saya juga menderita sakit yang sama sehari setelah Lia dirawat di rumah sakit. Bedanya, saya dan ilham hanya tidur sambil menahan sakit di rumah. Tidak sampai dirawat di rumah sakit. Jadi lengkap sudah ketiga bersaudara ini sakit. Ibuk harus menjaga Lia 24 jam di rumah sakit. Sementara abah harus bolak balik rumah-rumah sakit untuk mengurus yang di rumah.

Lia saat dirawat di rumah sakit
Lia saat dirawat di rumah sakit

Sakit yang belum pernah saya rasakan ini membuat saya harus absen dari sekolah selama dua minggu lamanya. Bahkan hampir genap tiga minggu. Alhasil banyak pelajaran sekolah yang saya lewatkan. Ketinggalan pelajaran seperti ini memang sudah menjadi konsekuensi tersendiri jika sakit. Akhirnya dengan sebisa mungkin saya menyusul tugas-tugas yang tertinggal juga mempelajari materi pelajaran yang sudah dipelajari teman-teman selama tiga minggu saya absen. Belum lagi membuat makalah untuk lomba baca cepat. Juga mempelajari biografi salah seorang tokoh untuk lomba tersebut dalam keadaan sakit pula.

Saya kembali bersekolah pada tanggal 11 Mei. Dua minggu sebelum ujian kenaikan kelas, 25 Mei, saya masih belum mengetahui apapun tentang pelajaran. Belum lagi terdesak untuk lomba pada tanggal 13 Mei. Padahal sejujurnya saya tidak siap mengikuti lomba tersebut. Namun setelah mengikuti dan berusaha menunjukkan yang terbaik, saya bersama dua teman satu tim, Ririt Ruri, dan guru Bahasa Indonesia dan guru pembimbing kami, Bu Novi, kami bisa masuk tiga besar. Tepatnya menjadi juara ketiga dari sebelas peserta dan sekolah yang diundang oleh penyelenggara lomba. Kami berempat terutama saya benar-benar tidak mempercayai bahwa kami mendapatkan salah satu dari empat piala yang tertata rapi di meja panitia.

Dari kiri ke kanan. Bu Novi, Ririt, Ruri, dan saya.
Dari kiri ke kanan. Bu Novi, Ririt, Ruri, dan saya.

Masalah lain muncul ketika lagi-lagi kami bertiga terpaksa harus mengikuti lomba itu lagi tingkat provinsi. Salah satu dari kami harus mewakili sekolah beserta kota Tulungagung. Rasanya kami benar-benar tidak sanggup. Belum lagi minggu depan sudah UKK. Kami sepakat untuk fokus pada ujian minggu depan dan tidak ingin mengikuti lomba lagi. Terlebih saya yang ketinggalan banyak pelajaran. Saya hanya berharap bukan saya yang dipilih karena ibuk sendiri tidak mengijinkan saya untuk pergi jauh. Alhamdulillah saya tidak terpilih. Ruri yang terpilih. Akhirnya Ruri beserta dua orang dari dua sekolah yang berbeda pula mewakili Tulungagung dalam lomba baca cepat tingkat provinsi di Madiun. Alhamdulillah pula dapat juara empat. :)) Ruri juga terpaksa absen saat UKK tengah dilaksanakan.

Dan sekarang saya sudah melewati UKK. Walau sebenarnya tidak sepenuhnya selesai. Saya berhasil melewatinya dengan bantuan teman-teman yang berkenan untuk mengajari saya. Walaupun seminggu sebelum ujian saya justru sama sekali tidak sempat belajar karena kondisi adik yang baru pulang dari rumah sakit. Rupanya Dek Lia masih membutuhkan perhatian yang lebih. Diikuti dengan tamatnya buku GenHalilintar selepas ujian, saya pun menemukan inspirasi untuk menulis di blog ini lagi.

Iklan

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s