Suka Duka Laptop Keluarga

Hari ini saya sempat memposting dua tulisan di blog ini dan tulisan ini menjadi yang ketiga. Namun tadi ketika saya sedang asyik-asyiknya menulis di tulisan kedua, tiba-tiba abah datang dan langsung meminjam laptop yang sedang aku pakai. Mau tidak mau saya meminjamkan laptop karena abah ada urusan yang lebih mendesak. Walau dari belakang saya sempat mendengus kesal sebentar.

Lanjutkan membaca “Suka Duka Laptop Keluarga”

Iklan

Begitu Lamanya Tidak Menulis

Lama sekali saya tidak menulis di blog. Meliriknya pun jarang. Kurang lebih sekitar sebulan terakhir ini. Sepanjang Mei, saya tidak menulis apapun di blog. Tapi alhamdulillah jika blog ini masih banyak pembacanya. Banyak yang mau berkunjung dan membaca tulisan di sini selama saya tinggal. Hehe. Yanlg menjengkelkan mungkin adalah spam komentar yang banyak sekali nyantol di blog ini. -_-

Lanjutkan membaca “Begitu Lamanya Tidak Menulis”

Sebelas Anak di Zaman Modern?

Kita pasti pernah mendengar tentang zaman kakek nenek kita atau lebih di atasnya, bahwa sudah biasa orang zaman dulu memiliki banyak sekali anak (jika dibandingkan dengan zaman sekarang). Saya sempat mendengar cerita bahwa kakek nenek saya memiliki setidaknya 10 sampai 11 bersaudara. Terakhir, abah saya sendiri adalah anak keempat dari tujuh bersaudara.

From qu2buku.com

Hari ini saya baru saja menyelesaikan membaca buku dengan judul Kesebelasan Gen Halilintar. Sempat beberapa kali melihat keluarga ini di berbagai acara televisi. Awalnya saya hanya terperangah jika ada seorang ibu di zaman modern seperti ini bisa sampai melahirkan sebelas anak normal. Seorang ibu yang melahirkan sebelas anak dari rentang umur 24 tahun sampai pada umur menjelang 40 tahun. Tapi setelah saya membaca buku yang ditulis oleh Lenggogeni Faruk, ibu dari sebelas anak tersebut, saya dua kali lebih terkejut lagi. Dari seorang ayah bernama Halilintar Asmid dan ibu Lenggogeni Faruk yang menikah dengan selisih umur empat tahun, mereka menamai tim kesebelasan anak mereka dengan nama GenHalilintar.

GenHalilintar mendapat pendidikan yang tepat dari orang tuanya. Segalanya diatur dengan fasilitas dan finansial yang memadai juga. Mulai dari jadwal harian, homeschooling, bakat minat, kecerdasan, pendidikan hati, akal, dan nafsu didapatkan di rumah. Kesibukan orang tua untuk masalah pekerjaan tidak serta membuat mereka melupakan pendidikan karakter serta kasih sayang untuk kesebelas anak-anak mereka.

Lanjutkan membaca “Sebelas Anak di Zaman Modern?”