Pembantu yang Tidak Jujur


Pembantu yang Tidak Jujur
Ini sudah tiga hari semenjak kepulangan simbok, pembantu rumah tangga di rumah ini. Tepatnya memang harus dipulangkan. Mengapa dipulangkan? Yaps sesuai judul tulisan di atas. Karena beliau tidak jujur orangnya.

Secara hasil kerja, simbok ini cukup profesional. Rumah jadi lebih bersih dan indah. Selama berbulan-bulan bekerja di sini, beliau juga terlihat baik. Tapi sayang. Kerja yang profesional itu harus dikotori bak sampah dengan insiden pencurian uang.

Kami serumah baru mengetahui akhir-akhir ini karena salah satu anggota keluarga yang curiga. Awalnya kami hanya tahu sebatas simbok mengambil uang di saku baju atau celana-celana yang mau dicuci. Tapi ternyata setelah dipasang kamera cctv, beliau juga mengambil uang dari laci toko. Rumah saya memang jadi satu dengan toko elektronik. Kami serumah benar-benar tidak menyangka mengapa simbok bisa setega itu mengkhianati kepercayaan kami dengan mengambil uang seenaknya saja.

Mungkin beberapa hal yang membuat kami sebagai tuan rumah teledor dan tanpa sadar memelihara pencuri adalah sebagai berikut.
1. Lupa menaruh uang dalam saku baju/celana
Abah saya sering melakukan hal ini sejak dulu. Bahkan kebiasaan ini bisa dikatakan parah karena yang terselip di saku pakaian bukan uang kecil melainkan uang pecahan besar seperti si biru dan si merah. Hmmmm. Mungkin simbok dalam kasus saya ini niat awalnya tidak ingin mencuri. Tapi karena kebiasaan mengecek saku pakaian sebelum dicuci dan menemukan uang sebanyak itu setiap hari. Bukan tidak mungkin keteledoran itu justru dimanfaatkan dengan tidak benar.
2. Menaruh uang sembarang
Ini juga yang menjadi salah satu keteledoran kami. Yaitu meletakkan uang sembarangan tempat karena mengira rumah kami aman. Padahal sebenarnya justru orang dalam (bisa pembantu) yang memanfaatkan kesempatan untuk mengambil beberapa lembar saja. Mungkin dia berpikir jika uang setebal itu lalu comot beberapa lembar saja tidak akan ketahuan.
3. Tertipu dengan tampang luar
Jujur saja, kami benar-benar kecewa dengan apa yang simbok lakukan di belakang kami. Penampilan luar bisa dikatakan seperti orang desa yang polos dan tidak tahu apa-apa. Padahal aslinya mempunyai bakat mencuri! Jadi berhati-hatilah dengan penampilan luar yang menipu apa yang sebenarnya.
4. Terlalu percaya dengan orang baru
Ini yang benar-benar kami sesalkan. Kami terlalu percaya dengan kehadiran orang baru. Ditambah dengan penampilan polos dan kerja yang cukup bagus membuat kami terlena. Namun sayang kebohongan selalu akan terbongkar. Untung saja lekas terbongkar hehehe.

Mungkin insiden ini bisa dijadikan pelajaran supaya pintar-pintar memilih orang untuk dipercaya. Kami sekeluarga memang mengalami kerugian yang lumayan banyak tapi alhamdulillah ibuk sendiri berusaha mengikhlaskan. Asal simbok tidak bisa diterima di sini lagi dan harus pulang.

Oiya! Mengenai kepulangan, ibuk bilang kalau tidak semudah itu memulangkan orang yang bersalah. Ibuk harus menyiapkan bukti-bukti karena bisa jadi pelakunya tidak mau mengakui kesalahannya. Karena ada video cctv, ibuk berani memulangkan. Hal ini cukup beralasan yaitu jika kemungkinan keluarga si pelaku menuntut macam-macam dan berurusan dengan polisi. Paling tidak ibuk sudah ada bukti yang tidak bisa dibantah.

Jadi begitulah. Pengalaman mempekerjakan pembantu di rumah sesuai pengalaman keluarga saya.

Iklan

2 tanggapan untuk “Pembantu yang Tidak Jujur

  1. bener gan, teknologi berkembang sangat cepat seperti waktu… secepat kilat , Kita memang harus bisa memanfaatkan semua ini mas, ada peluang harus kita ambil.

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s