Tips Berlibur Irit di Luar Negeri ala Mama


Tidak biasanya Ibuk heboh seperti ini. Bliau tiba-tiba menghampiri saya dengan gembira. Ibuk langsung menyuruh saya untuk mengirim email sebagai syarat mengikuti sayembara di salah satu majalah. Entah majalah apa karena saya sendiri tidak pernah tahu tentang majalah itu.

Alkisah di sebuah fanspage Facebook bernama Femina Magazine. Fanspage itu membuat status yang membuat Ibuk tertarik.

‪#‎JujurSaja‬ Apa barang teraneh yang pernah Anda bawa atau Anda lihat dibawa orang lain saat liburan? Share di kolom komentar, sertakan nama, usia, profesi & domisili setelah jawaban. Bila Anda ingin tampil di femina, kirim jawaban Anda beserta data diri dan foto close-up ukuran min.500kb ke cesy.yulia@feminagroup.com. Kami tunggu!

Dan akhirnya ::::::status itu ditanggapi oleh ibuk. Ibuk seperti bercerita untuk mengenang bagaimana perjuangan beliau membawa magicom ke luar negeri. Yaps! Ibuk membawa magiccom mini untuk bisa membuat nasi selama di luar negeri. Karena di luar negeri jarang sekali akan bertemu nasi. Juga kondisi kita sebagai orang Jawa yang seperti ‘belum makan’ jika belum makan nasi. Plus kadang harus ke tempat yang jauh untuk mencari makanan halal.

Pengalaman pertama Ibuk ke LN adalah berkunjung ke Singapura pada Januari 2010 untuk mengantarkan putrinya Budhe berobat ke KK Women’s & Children’s Hospital selama 1 minggu. Rombongan terdiri dari 5 orang yaitu Pakdhe, Budhe, Si sakit Febrilla & Ibuk. Pada kunjungan pertama itu Ibuk & Budhe cuma bawa baju saja, nyampe sana jam 17 sore smua kelaparan akhirnya bergegas mencari makanan di seputar Hotel.. akhirnya menemukan Balestier Market karena rombongan menginap di Hotel sputar Balestier Road (Fragrance Oasis Hotel) yang cukup dekat jaraknya dengan RS. Ternyata Ibuk & rombongan kesulitan menemukan makanan yang halal karena rata2 makanan smua mengandung babi, akhirnya setelah muter2 baru bisa menemukan sate ayam + lontong sebagai makanan yang halal untuk dimakan… eeeh ternyata harga per 10 tusuk nya lumayan muahal yaitu skitar Rp. 80 rb…. udah nyarinya susah mahal lagi tapi lumayan untuk mengganjal perut bgitu tiba di Singapura.

Masih cerita Ibuk : untuk hari kedua dan seterusnya tidak terlalu susah mencari makanan halal karena selepas dari RS masih banyak waktu luang untuk keliling Singapura skaligus wisata kuliner & tempat makan favorit adalah di Lucky Plaza karena serba komplit menu apa aja ada + halal. Di situ pula konon dahulu kala tempat Gayus si pengemplang pajak ditangkap lagi makan siang setelah melarikan diri dari Indonesia (hehehe intermezo). Ternyata itung punya itung : habis banyak juga budget untuk makan 3x sehari x 4 orang (jumlah rombongan) selama seminggu di Singapura. Padahal untuk pengobatan tersebut dalam 1 tahun harus 4x datang pulang pergi ke Singapura @1minggu.

Karena situasi itulah para wonder women ini memutar otak supaya bisa berhemat selama stay di sana. Atas kolaborasi Ibuk dan Budhe, akhirnya pada kunjungan kedua dst mereka kalau ke Singapura ‘wajib’ membawa magicom mini beserta beras dan lauk pauk yang bisa awet macem abon, daging rendang kering, sambel kacang, kering kentang, kering tempe dkk smua bisa muat ke dalam koper size 22. Masih pula bisa ditambahkan aneka snack, kopi brontoseno asli Kediri, gula, susu, roti karena harga di Indonesia pastilah lebih murah jika dibandingkan dengan harga Singapura. Alhasil ada 1 koper khusus isinya logistik smua hahahaha. Kata Ibuk minimal yang masak nasi sendiri itu adalah untuk sarapan pagi dengan banyak keuntungan selain hemat biaya tapi juga hemat waktu sehingga tidak perlu tergesa-gesa karena biasanya ‘appointment with’ Dokter start jam 10.00 pagi.

Pada siang hari baru makan diluar, malam biasanya cukup dengan makan roti + minum susu karena masih kekenyangan. Hanya dengan membikin sarapan pagi sendiri sudah cukup untuk berhemat besar-besaran selama seminggu di Singapura 4x dalam setahun + sbuah kepastian bisa sarapan pagi dengan ‘nasi’ + halal! Karena menginap di Hotel bertarif Rp 1jt/ hari di Singapura adalah No Breakfast, No Wifie puuuuulaaaaaa… wkwkwk. Mo buka Fb ja harus bayar hadeeh! Kata Ibuk Singapura benar-benar negara yang sangat pelit karena public area yang sifatnya diluar ruangan tidak ada wifie. Smua wifie terdekat dikunci alias ber password. Ibuk hanya bisa mengakses internet secara gratis ‘hanya’ jika sudah berada di dalam bandara atau RS saja. (Jadi inget Film Merry Riana 😀 :D)!

Kembali ke topik awal : Alokasi dana yang paling utama selama di Singapura tentunya untuk pengobatan yang boleh di bilang tentu saja tidak murah + hobby Budhe beli barang branded yang juga wajib dilakukan stiap berkunjung ke sana. Hemat logistik tapi hobby beli barang branded tak boleh ketinggalan macem tas Bonia, Guess, LV dkk. Belum lagi sepatu, parfum! Kadang aneh juga klu di nalar. Mungkin itulah wanita. Susah di mengerti tapi memang cerdas dalam menyiasati segala sesuatu.

Patung singanya kok gak nampak?? Date 27 Maret 2011
Patung singanya kok gak nampak?? Sekitar tahun 2010
Patung singanya baru kelihatan nih! Ini bersama keluarga kakaknya ibuk.
Patung singanya baru kelihatan nih! Ini bersama keluarga kakaknya ibuk.

Ibuk juga pernah mempraktekkan hal ini ketika beliau berkesempatan mengunjungi Hongkong bersama suaminya. Suaminya Ibuk adalah Abahku. Hehe. Dengan magiccom mini dan sekoper isi persediaan makanan selama di sana. Walaupun sebenarnya Ibuk tau kalau selama 6 hari di sana biaya travel sudah include makan 3x sehari tapi Ibuk khawatir jika Abah susah beradaptasi makanan karena Abah notabene tidak familiar dengan Chinnese Food. Selain itu Ibuk juga lumayan jeli membaca brosur karena di situ tercantum ada 2 hari Free Day Off artinya acara bebas di mana rombongan boleh bikin acara sendiri & ‘off course’ pada hari tersebut tidak ada jatah konsumsi dari pihak travel. Acara bebas justru di hari pertama setelah tiba di Hongkong + hari terakhir di Shenzhen.

Alhasil Ibuk beserta beberapa temannya bikin acara bebas dengan mengunjungi Disneyland HOngkong. Tak lupa sarapan dulu dengan nasi buatan sendiri dengan magic com mini. Cerita punya cerita ternyata ada Ibu-ibu yang mengeluh anaknya yang masih balita rewel berat karena sudah 2 hari lebih tidak bertemu nasi. Akhirnya Ibuk menawari Ibu-ibu tersebut nanti malam sesampainya di Hotel akan dianteri Ibuk 2 box nasi lauk abon + kering kentang ke kamar bliau.. tentu saja berikut cerita bahwa Ibuk pergi ke Hongkong dengan membawa magic com ajaib eh mini. Keesokan harinya si Ibu cerita ke Ibuk bahwa nasi jadi rebutan karena yang melahap tidak hanya Si Balita tapi juga Ortunya hahaha. Sebagai catatan : kata Ibuk bahkan Resto McD di luar negeri itu tidak ada yang menjual nasi seperti di Indonesia… hanya Chicken+ kentang goreng saja. Di Disneyland HK yang ada pun cuma jagung sama kalkun panggang. Sebagai turis yang baru pertama berkunjung ke Hongkong pasti akan kesulitan mencari Resto yang menjual nasi jika tanpa bantuan pihak travel.

Ikon negara Hongkong apa ya??? Hehehe
Ikon negara Hongkong apa ya??? Hehehe

Sebenarnya pengalaman membawa magic com ke luar negeri itu diawali ketika Ibuk + Abah pergi Haji di tahun 2009 di mana Haji Biasa yang bertarif 37 jutaan itu selama 17 hari di Mekah tidak mendapatkan jatah konsumsi sehingga jamaah haji harus membawa beras 5 KG/orang beserta laukpauknya. Hanya di Madinah selama 8 hari yang tidak usah sibuk mikirin makan karena sudah dijatah catering sehingga jamaah bisa focus mengejar arba’in (40 waktu sholat di Masjid Nabawi = 8 hari x 5 waktu sholat). Beda halnya dengan waktu Ibuk + Abah umroh di tahun 2011 bertarif 25 jutaan sudah include makan 3x sehari baik di Mekah maupun Madinah selayaknya fasilitas kalau seseorang melaksanakan Haji Plus.

 

Jadi ke Singapura & Hongkong dengan membawa magic com mini sebenarnya adalah napak tilas pengalaman waktu Ibuk berhaji dulu. Wah magic com Ibuk rupanya sudah keliling dunia hehehe. Tapi waktu Abah pergi ke Italy tahun 2011 (mendapat reward dari perusahaan): Abah tidak mau dibawain magic com oleh Ibuk karena maaaaalu sama teman-temannya wkwkwk apalagi perginya seorang diri tanpa Ibuk + smua makan dijatah oleh pihak travel. Alhasil selama di Italy Abah lumayan ‘sakit perut’ karena tidak familiar dengan makanannya. Maklum orang ‘ndeso’ kata Abah.

Itulah barang teraneh yang selalu dibawa Ibuk kalau bepergian ke Luar Negeri yaitu magic com mini. Lalu barang aneh apakah yang dibawa ke Luar Negeri ala pembaca?

Iklan

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s