Apa Persiapanmu untuk Ujian Sekolah?


image

Apa Persiapanmu untuk Ujian Sekolah?

Ujian adalah sesuatu yang sudah menjadi bumbu kehidupan bagi pelajar selain belajar dan belajar. Tak jarang kata ujian menjadi kosakata mengerikan bagi pelajar. Dimana mereka harus menghafal teori dan rumus-rumus untuk kemudian mengerjakan soal-soal yang guru berikan hanya dengan bermodalkan
daya ingat, pensil dan penghapus.

Ujian tidak hanya membahas mengenai ujian nasional saja. Melainkan bisa ujian lisan, ujian semester, ujian praktek, dan lain-lain. Intinya yang berkaitan dengan bagaimana kita mampu mengingat dan memahami seluruh pelajaran yang diberikan.

Tak jarang, ketika musim ujian telah tiba. Kebanyakan pelajar justru menggunakan SKS (baca: sistem kebut semalam) untuk mempersiapkan diri. Hal ini berdampak pada hasil ujian yang akan mereka dapatkan. Mungkin sedikit beruntung untuk anak-anak yang memiliki genetik pintar sehingga untuk memahami suatu pelajaran bukan menjadi hal yang sulit. Namun bagaimana dengan yang mendapat genetik lain daripada pintar?

Pada dasarnya otak memiliki proses tersendiri dalam menyimpan suatu memori. Memori tidak bisa tersimpan begitu saja. Melainkan harus dengan pengulangan. Proses pertama mendapat informasi. Hal pertama yang akan diterima oleh otak, entah apapun itu akan menjadi sebuah informasi yang bisa disimpan dalam memori otak. Informasi yang sudah diterima akan menjadi memori jangka pendek atau Short Term Memory.

Bagi pelajar mungkin awalnya mereka dapat memahami apa yang diajarkan dengan baik. Namun jika pemahaman mereka ini di uji coba seminggu kemudian tanpa belajar pasti akan sedikit lupa dengan apa yang dipelajari minggu kemarin. Mengapa demikian? Karena itu adalah bagian dari memori jangka pendek. Memori jangka pendek hanya mampu menyimpan informasi hanya beberapa saat sebelum akhirnya lupa. Maka dari itu diperlukan repetisi atau pengulangan informasi yang disebut belajar.

Belajar sedikit demi sedikit merupakan salah satu cara pengulangan yang baik. Semakin banyak pengulangan yang dilakukan, maka semakin kuat informasi akan menancap di otak dan tidak mudag untuk dilakukan. Misalkan saja seperti saat kita belajar bersepeda setiap hari. Mungkin saat pertama kali kita akan sering terjatuh karena memang mendapat informasi baru mengenai cara mengendarai sepeda. Namun lama-kelamaan kita akan bisa mengendarai dengan seimbang seiring dengan pengulangan yang terus kita lakukan. Sama juga seperti proses anak kecil yang baru belajar berjalan, makan, berbicara dan sebagainya.

Dari pengulangan yang sering dilakukan maka akan menjadi memori jangka panjang atau Long Term Memory. Memori jangka panjang tidak mudah untuk dilupakan dan akan tersimpan di otak dalam jangka waktu yang lama.

Jadi, jangan jadikan ujian sebagai beban dalam kehidupan pelajar. Jadikan itu ajang latihan untuk kinerja otak. Juga untuk mengembangkan potensi diri. Memang setiap orang memiliki kemampuan otak yang berbeda. Namun jika berusaha keras, cita-cita bukanlah menjadi suatu hal yang tidak mungkin.

Iklan

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s