Sosok Keajaiban Zaman


Resensi Novel karya Habiburrahman, Api Tauhid

Data buku

Judul novel     : Api Tauhid

Penulis novel : Habiburrahman El Shirazy

Penerbit         : Republika

Tahun terbit  : 2014

Tebal buku     : 587 halaman

Sinopsis

Fahmi, seorang mahasiswa asal Indonesia di Universitas Islam Madinah sedang beriktikaf di Raudhah Masjid Nabawi sambil bersandar di salah satu pilar. Ia bertekad untuk mengkhatamkan hafalan Al Qurannya sebanyak empat puluh kali khataman di Masjid Nabawi. Jadi ia tidak akan keluar sebelum hafalannya selesai. Ia hanya keluar masjid untuk kebutuhan manusiawi seperti makan, minun, dan ke kamar kecil. Selebihnya Fahmi menghabiskan sepanjang waktunya di raudhah. Ia begitu saja meninggalkan tugas tesis dari dosennya sampai Ali, sahabatnya yang satu pesantren dengannya dulu di Indonesia, menghampirinya. Ali mengingatkannya untuk berhenti iktikaf. Badan juga ada haknya untuk istirahat. Tapi Fahmi tidak bergeming.

Hari berikutnya, Ali ditemani Hamza, seorang berkebangsaan Turki datang ke Masjid Nabawi untuk membujuk Fahmi agar mau beristirahat. Namun mereka terkejut. Didapati Fahmi yang pingsan dalam keadaan bersandar sambil menunduk. Hidungnya pun mengeluarkan darah. Dengan segera Fahmi dibawa ke rumah sakit yang ada di Madinah.

Hampir seharian Fahmi tidak sadarkan diri. Ali, Hamza, beserta Subki sabar menunggui di rumah sakit. Hamza bertanya kepada Ali selaku sahabat terdekat Fahmi, apakah Fahmi memiliki masalah sehingga ia melarikan diri dengan iktikaf di Masjid Nabawi seperti itu. Ali menyatakan bahwa ia tidak tahu.  Ketika Fahmi sadar, Ali langsung menanyakan apa masalah yang tengah dihadapi Fahmi. Fahmi justru menangis sesenggukan. Lalu pingsan kembali.

Ketika sadar untuk kedua kalinya, Fahmi pada akhirnya menceritakan masalahnya. Mengenai kepulanganya beberapa waktu yang lalu ke Indonesia. Hamza yang ikut mendengar cerita itu, ingin mengajak Fahmi ke Turki. Sekedar menghibur hati Fahmi. Demikian pula perjalanan ke Instanbul, Turki ini merupakan wisata sejarah yang disukai Fahmi. Tepatnya mereka akan napak tilas mengenai sejarah hidup Badiuzzaman Said Nursi. Ulama dengan julukan Badiuzzaman berarti ‘keajaiban zaman’ karena kekuatan hafalannya.

Novel ini begitu menggelitik. Seperti memeluk kisah sejarah dalam balutan kisah roman yang menggugah. Melukiskan kisah di atas kisah. Kisah dengan budaya Jawa, santri, pesantren, juga gaya hidup moderenitas seperti menjadi perwakilan dalam kehidupan saat ini. Belum lagi penyatuan budaya antara Indonesia dengan eksen jawanya, dan juga Turki dengan sejarahnya melalui sejarah keemasan khilafah Turki Utsmani.

Iklan
Dikirimkan di Buku

2 tanggapan untuk “Sosok Keajaiban Zaman

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s