Pembuktian Lisan Rasulullah


Resensi Novel Felix Y. Siauw, Muhammad Al-Fatih 1453

Data Buku

Judul novel      : Muhammad Al-Fatih 1453

Pengarang       : Felix Y. Siauw

Penerbit           : AlFatih Press

Tahun terbit     : 2013

Tebal halaman : 318

Sinopsis

Novel ini berkisah tentang sejarah dunia yang dulunya terbagi menjadi dua kekuasaan. Yakni Imperium Romawi dan Khilafah Islam. Dengan mewakili dua agama yaitu agama Kristen dan Islam. Pada waktu itu dunia mengenal bahwa dunia bagian barat adalah kekuasaan Kristen sedangkan dunia bagian timur menjadi kekuasaan Islam. Pada zaman yang masih mengutamakan perluasan wilayah dan penyebaran agama, di saat itulah terlahir seseorang bernama Mehmed II, seorang keturunan Kesultanan Utsmaniyah yang berjuang untuk membuktikan bisyarah Rasulullah SAW.

Rasulullah pernah bersabda yang diriwayatkan oleh HR. Ahmad yaitu:

Berkata Abdullah bin Amru bin Ash:”bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah saw untuk menulis, lalu Rasulullah SAW ditanya tentang kota manakah yang akan futuh terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma. Maka Rasulullah saw menjawab, ‘Kota Heraklius terlebih dahulu’, yakni Konstantinopel”.

Maka dari itu, ekspedisi yang dilakukan oleh Mehmed II adalah bukan ekspedisi biasa. Melainkan untuk menaklukkan sebuah kota yang telah dijanjikan oleh Rasulullah SAW untuk umat Islam. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah bersabda:

Sungguh, Konstantinopel akan ditaklukkan oleh kalian. Maka sebaik-baiknya pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baiknya pasukan adalah pasukannya” (HR. Ahmad)

Dikatakan dahulu, Konstantinopel adalah kota yang paling maju pada zamannya. Konstantinopel terletak di posisi yang sangat strategis. Kota ini terletak di sebelah barat Selat Bosphorus yang memisahkan antara benua Eropa dan Asia. Di sebelah utara kota ini terdapat Teluk Tanduk Emas, sebuah pelabuhan alami yang sempurna. Posisinya di tengah dunia membuat Konstantinopel menjadi kota pelabuhan paling sibuk di dunia pada masanya.

Konstantinopel adalah ibukota kerajaan Byzantium, satu-satunya pewaris Imperium Romawi yang menjadikannya memilikisemua teknologi perang dan kejayaan sistem militer bangsa Romawi yang sempat memimpin dunia. Kota ini memiliki sistem pertahanan yang sempurna. Dengan tembok berlapis yang mengelilingi kota, baik wilayah darat maupun lautnya. Tembok pertahanan yang menjadi prestasi Konstantinopel selama 1.124 tahun menahan 23 serangan yang sempat ditujukan padanya. Tidak hanya itu, kekayaan yang ada di dalam kota membuat Konstantinopel pantas untuk menjadi ibukota dunia seandainya seluruh dunia ini merupakan satu kesatuan negara. Pantas saja jika kota ini menjadi sesuatu yang dijanjikan Rasulullah untuk umat Islam.

Di sinilah kisah perjuangan Sultan Mehmed II dalam pembebasan Konstantinopel diceritakan. Beliau mempersiapkan strategi, pasukan, logistik, dan segala yang diperlukan untuk mewujudkan lisan Rasulullah, Konstantinopel. Novel ini bercerita tentang Mehmed II, bagaimana karakter yang terbentuk bagi seorang anak muda berusia 23 tahun untuk dapat menjadi sebaik-baiknya pemimpin untuk penaklukan Konstantinopel. Lewat didikan dari ulama-ulama terbaik pada masanya, Mehmed II dapat terbentuk menjadi generasi yang mampu memperjuangkan Islam lewat ujung pedangnya.

Bukan hanya Mehmed II, namun bagaimana pasukan penakluk Konstantinopel yang berusaha menjadi sebaik-baiknya pasukan seperti yang pernah dilisankan Rasulullah. Demi menjadi bagian dari bisyarah Rasulullah yang mulia. Mati syahid di ujung pedang musuh adalah impian bagi mereka semua.

Kelebihan dan kekurangan buku

Adapun kelebihan buku ini adalah terletak pada desain halaman dalam buku. Buku ini mengisahkan tentang sejarah. Tiap lembar dalam buku disisipkan berbagai gambar dan ilustrasi yang menarik berkaitan tentang sejarah itu sehingga tidak membuat pembaca jenuh dalam membaca sejarah. Isi dalam buku juga begitu menginspirasi pembaca untuk termotivasi menjadi muslim yang berkarakter dan membuat pembacanya menjadi lebih menghargai sejarah. Adapun kekurangan dari buku ini mungkin adalah alur cerita yang masih sedikit rumit untuk dipahami oleh pembaca yang tidak begitu menyukai sejarah. Alur cerita masa lalu yang terkesan rumit membuat pembaca terkadang tidak begitu memahami apa yang telah dibaca.

Iklan

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s