Jalan Pikiranmu Seperti Apa?


Pernah sekilas ketika saya membuka akun sosial saya, saya membaca status seperti ini;

Memang benar. Habluminannas itu lebih susah daripada habluminAllah.

HabluminAllah itu adalah kata dalam bahasa arab yang artinya berhubungan dengan Allah. Sedangkan habluminannas itu sendiri artinya berhubungan dengan manusia. Setelah saya pikir-pikir, kalimat ini memang benar. Bagaimana cara pandang setiap manusia, yang memang Allah menciptakan untuk mereka akal supaya bisa berpikir. Namun, terkadang memang dari pemikiran yang berbeda seperti ini malah menimbulkan perpecahan sendiri. Istilahnya semacam perbedaan pendapat antar sesama. Ini wajar memingat antar sesama merupakan individu yang berbeda-beda.

Saya mempunyai seorang sahabat. Dan memang dulu saya sempat dekat sekali dengannya sampai-sampai kedekatan kami ini tercium oleh murid-murid satu sekolah. Karena memang saking seringnya kami bersama. Entahlah apa yang terjadi. Hingga lambat laun ketika sahabat saya ini pelan-pelan menjauhi saya. Kebingungan pun menjalari hati saya. Mengapa ia tiba-tiba berubah sikap seperti ini. Sebagai sahabat, saya merasa ada yang tidak beres. Dan memang benar. Meskipun saya sempat kebingungan apa alasan sahabat saya ini meninggalkan saya. Itu karena pemikirannya sendiri. Saya memang merasa kecewa. Tapi saya juga tidak banyak menuntut berlebihan. Karena kita memiliki pikiran masing-masing.

Saya sempat bingung. Sebenarnya apa yang dia inginkan? Apa yang dia lakukan? Mungkin bagi saya, caranya meninggalkan saya seperti itu terkesan tidak menyenangkan. Dan atas masalah ini, saya hanya menuntut penjelasannya mengapa ia bisa jadi seperti ini. Minimal terbuka dan menjelaskan apa kesalahan-kesalahan saya yang membuat dia tidak nyaman. Tapi ya entahlah. Dia malah menghindar dan tidak mau mengatakan apapun ke saya.

Jalan pikiranmu apa? Itu yang saya pikirkan. Pikiran saya dan dia benar-benar berbeda. Dan semuanya tidak pernah terduga sama sekali. Hmmmm. Namanya juga hidup.

Memang seperti inilah kenyataannya. Hubungan kita antar sesama manusia terkadang tidak selalu berjalan dengan baik. Ada yang sependapat, pasti ada pula yang enggan sependapat dengan kita. Dan dari beberapa kasus permasalahan pertemanan dan persahabatan yang saya lihat, semuanya berawal dari pemikiran-pemikiran yang berbeda. Tergantung orang itu sendiri. Bagaimana harus bersikap menghadapi perbedaan pemikiran seperti ini. Egois atau mau mengalah? Dan harus diakui memang setiap individu memiliki sikap yang berbeda-beda pula dalam menghadapi setiap permasalahannya.

Bandingkan dengan hubungan antara manusia dengan Tuhannya, yaitu Allah SWT. Kita bisa merasakan nikmat-nikmat Allah sekian banyaknya ini. Padahal sudah berapa kali maksiat yang sudah atau bahkan yang sedang kita lakukan. Seperti apapun kita, Allah tetap akan menyayangi dan memberikan rahmatNya kepada kita sebagai hambaNya. Inilah yang benar-benar mustahil ditiru manusia yang hanya sebagai satu dari sekian ciptaan Allah di dunia ini. Wallahu’alam. Semoga dapat menjadi pelajaran.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Jalan Pikiranmu Seperti Apa?

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s