SMS ku Nggak Dibales


Keluhan itu puluhan kali terdengar tepat di kuping saya. Salah seorang sahabat seperjuangan saya, yang baru-baru ini memiliki pacar, sibuk dengan pacarnya. Entahlah. Saya merasa agak terlupakan di sini. Akhir-akhir ini dia memang sering cek layar handphonenya sampai tidak terasa setiap detik saya lihat dia selalu melihat handphone. Dan sekarang dia bercerita ke saya mengenai pacarnya. Istilahnya curhat atau hal semacamnya.

“Dia nggak bales smsku lho Its!” gerutunya kepada saya. “Dia kok jadi cuek gini sih sama aku?” tambahnya lagi. Saya hanya berusaha menjadi pendengar yang baik walau terkadang saya bingung-bingung sendiri kenapa banyak orang yang mau curhat ke saya. Seakan saya adalah orang yang paling profesional dalam masalah percintaan yang bahkan saya sendiri tidak pernah bahkan tidak mau berpacaran.

“Emang apa masalahnya sih? Kok smsnya gak dibales aja kamu udah sewot?” tanyaku kepadanya. Meminta sedikit penjelasan tentang ketidak wajaran teman saya ini. Barangkali memang benar ada suatu masalah.

“Ya gak tau. Kemaren lho kita masih smsan. Dan biasanya ada sms masuk duluan dari dia setiap pagi.” jelas dia panjang lebar. “Tapi kenapa sampai hari ini dia gak sms aku kayak biasanya sih?” lanjut dia geram sambil menghadapkan wajahnya ke layar handphone. Saya sampai berpendapat dalam hati bahwa dia sedang marah dengan handphonenya. Bukan pacarnya.

“Jadi gara-gara itu kamu marah? Dia gak sms kamu? Gak bales sms kamu?” tanya saya dengan sedikit hati-hati. Saya tahu teman saya ini sedikit sensitif ketika marah. Apalagi kalau berhubungan dengan cinta semacam ini.

“Ya iyalah! Bete banget dia gak mau bales smsku!” ujarnya dengan mantap sambil terus memperlihatkan ekspresi marahnya kepada saya. Walaupun saya tahu dia tidak pernah berniat untuk menunjukkannya.

Sejenak saya terdiam. Memikir sesuatu. Entahlah. Pikiran saya bercabang-cabang sampai entah kemana. Apa ini yang dilakukan orang pacaran? Sibuk dengan handphonenya terus? Atau menunggu sms atau telepon dari sang pacar? Aneh sekali bagi saya karena saya lihat-lihat dari pengalaman teman-teman saya, yang namanya pacaran hanya seperti itu saja. Serasa tidak ada kejelasan sama sekali. Bahkan hanya karena sebuah text singkat berupa sms yang tidak terbalas pun membuat resah dunia akhirat. Ada apa ini? Mengapa sampai selebay ini? Begitu yang coba saya pikirkan tentang dua orang yang menjalin cinta.

“Ayolah kan cuman sekedar sms. Lagian sms itu gak menjadi jaminan seseorang itu cuek ato perhatian.” ujar saya akhirnya untuk menyelesaikan cerita teman saya yang dia anggap sebagai masalah besar.

“Lho tapi kan dia biasanya sms aku tiap hari. Biasanya dia duluan kok.” jawab dia untuk pembenaran terhadap dirinya sendiri.

“Sms dan telepon itu bukan jaminan nyata dalam berhubungan. Ada lho yang di sms keliatan akrab tapi pas ketemuan dia gak bisa ngomong apa-apa. Ada juga sih yang di sms balesnya singkat-singkat tapi pas ketemu orangnya langsung malah bisa ngobrol.” ujar saya sambil mengingat orang-orang yang pernah saya kenal dulu.

“Ooooo.” ujarnya kemudian dengan ekspresi kemarahan yang mulai menghilang. Sepertinya dia mulai menyadari apa yang salah dalam kemarahannya barusan.

“Yang penting itu ketemuannya. Kalo orangnya ternyata cuek kan bahaya juga. Daripada pandai bergaul di dunia sms mending pandai bergaul di dunia nyata gini. Kan lebih asik tuh orang-orang yang kayak gitu. Jadi beraninya bukan cuman di balik layar aja.” ujar saya untuk menyatakan pendapat. Sepertinya sahabat saya ini mendengar dengan antusias setiap kata yang saya ucapkan barusan dan berharap kata-kata bijak lain keluar dari mulut saya. “Dan ada baiknya kalo kita gak cuek sama lingkungan. Mentang-mentang punya pacar aja harus 24jam nonstop jaga handphonenya. Gausah takut kalo pacar marah hanya karena sms gak di bales. Kalo dia memang marah karena hal sekecil ini berarti dia gak dewasa namanya.” tambah saya panjang nan lebar. Sekilas sahabat saya tampak sedikit tersenyum karena mungkin dia tahu bahwa saya sedang menasehatinya.

Hmmm entahlah. Terkadang hal sesepele ini bisa menjadi masalah besar. Bukan karena masalahnya. Tapi orang-orangnya yang tidak dewasa dalam menjalin hubungan. Saya pernah dengar gara-gara sms tidak dibalas aja sudah langsung putus hubungan. Jadi, kalo merasa belum dewasa jangan coba-coba menjalin hubungan yang aneh-aneh deh ya. Dalam istilah bahasa jawa sih koyok yo yo o ae. Haha

Iklan

25 thoughts on “SMS ku Nggak Dibales”

  1. itu mah saya bgtt, dputusin hbungan gara2 telat bls sms, pdhl aslinya tu sms kepending dri operatornya sono.. -_-

  2. Hhmmmmm q jga saat ni sedang mngalami yg nmax di cuekin

    Sms q gk pernh di blz..masa ada org krja dri jm 7 pgi sampe jm 12 mlm..kyakx dia udah gk synk lgi ma q😭😭😭😭😭😭😭😭😭

  3. pacar sya pun bgitu,aq sring x di cuekin mha dia,di tlfn ngx di angkat lge tc,,,,,SSSSSEEEEEBBBBEEEEELLLL DEHHH PUNYA PACAR KYAK GITO

  4. itu mah hrusnya jangan kya gtu msa gra2 sms gk d blz aj mnta ptus.msa ma pacar sndiri gk percya,hrusnya tu jngan dlu brpkiran negativ.klo gue z mnding mnta ktmuan aj trus di jelasin smuanya.q jg ngrasain hal yg sma tp hrusnya kita tu tetep hrus sbr

  5. Gmail

  6. saya juga gitu udah bosan sms dia melulu,nytanya ng’ pernah dibalas,,bila ktmuan lngsung dianya bnyak alasan,,sms ng’ dibalas tu rasanya sakit and nyesek bnget,,

  7. Tp kalo hbungan jarak jauh… Gk bisa ketemu… Gmna caranya…… Soalnya aq sms jrang dbles…. Aq tlpun mlah udh gak mau angkat….. Masalahnya dia kecewa n jengkel sma Q…… Gmna biar dia gk cuek lgi sma aq…..

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s