Apakah Pendiam Itu Mengerikan?


Inilah masa lalu saya. Dulu saya adalah salah satu atau mungkin satu-satunya santri yang pendiam di kelas. Entahlah mengapa. Ini adalah sifat bawaan saya sejak sekolah dasar dulu yang menjadikan saya selama sekian tahun tidak pernah akrab dengan teman-teman alumni SD saya. Dan saat pertama masuk sekolah menengah pertama, saya berpikir apakah cerita di SD akan terulang kembali?

Baik PG, TK, SD, SMP sampai SMA berada di dalam satu naungan lembaga pendidikan yang sama. Jadi wajar dalam angkatan SMP saya, kebanyakan mereka juga berasal dari SD lembaga yang sama. Dan yang terjadi adalah menciutnya pola pertemanan. Alumni SD satu lembaga berkumpul menjadi satu dan mereka sudah akrab dengan satu sama lain karena dulunya pernah satu sekolah selama sekian tahun. Dan yang dari sekolah luar hanya bisa terdiam dan gigit jari. Seakan sungkan untuk menembus satu kumpulan yang notabenya adalah ‘penghuni lama’ sekolah ini. Hingga saya pikir pertama kali adalah adanya serikat geng-gengan dan pilah-pilih teman yang tidak menyenangkan.

Setelah satu tahun berlalu saya mengenali mereka. Pemikiran awal saya hanyalah dugaan yang nyatanya salah besar. Mereka tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Mereka semua ternyata bukan tipe-tipe suka pilih teman seperti yang saya bayangkan. Dan kelompok teman atau geng-gengan seperti dugaan saya pun hanya sebatas bayangan angan-angan saja. Semua itu tidak benar. Mereka semua baik-baik. Hanya saya saja yang membutuhkan proses adaptasi yang lama sekali untuk beradaptasi pada teman-teman baru. Maklum saya ini dulunya pendiam dan benar-benar tidak pintar bergaul. Hingga pada akhirnya mereka juga yang secara tidak sadar mengajari saya bagaimana untuk bergaul dengan teman secara santai dan kalem. Saya belajar banyak dengan teman-teman saya di SMP selama ini. Dan pada akhirnya merasakan bagaimana indahnya kebersamaan yang memang baru bisa saya rasakan di sekolah menengah pertama ini.

Dan ngomong-ngomong untuk sekarang ini. Alhamdulillah saya mempunyai pergaulan yang cukup baik. Maksudnya saya bisa bergaul dengan siapa saja. Bahkan saya tidak minder ketika berdekatan dengan mereka yang mungkin bisa ini itu dan saya masih belum bisa. Saya anggap kelebihan dan kekurangan dan manusia itu sebenarnya sama saja. Hanya mereka memiliki segi cerita dan alur hidup yang berbeda. Semuanya saya syukuri. Tanpa kehendak Allah dan pengalaman masa lalu saya, mana mungkin saya seperti sekarang yang sepertinya sudah jauh berbeda dari dulu? Hehe

Saya berkenalan dengan teman-teman baru di SMA. Mereka pun memiliki banyak karakter yang belum tentu sama. Ada yang ceria, ada yang cerewet, dan lain sebagainya. Namun, ada satu sifat yang kompleks bagi pemikiran dan pemahaman saya. Yaitu tentang sifat pendiam. Sifat yang seringkali diiringi dengan kemisteriusan. Dan pendiam merupakan masa terlalu saya.

Dari pengalaman yang sudah-sudah. Banyak sekali saya lihat mereka-mereka yang pendiam itu sebenarnya menyimpan sesuatu yang berbeda dari yang lainnya. Dan bisa jadi itu tidak terduga bagi siapapun yang mengetahuinya. Sialnya yang saya lihat selama ini adalah mereka yang pendiam, namun terbongkar sisi hal tak terduga nya yang tidak baik. Sedikit kekecewaan perlahan muncul di hati saya. Mereka yang pendiam dan tak sering bercakap justru malah mengecewakan. Mereka semacam menyembunyikan sifat aslinya di balik sifat pendiam yang tersirat dalam tingkah laku dan kepolosan wajahnya. Semua yang pernah saya lihat adalah contoh-contoh pendiam yang seakan mengerikan. Sesuatu yang dipendam, dan saat nampak menjadi sesuatu yang mengecewakan dari apa yang selama ini nampak di depan.

Hmmm. Pendiam memang menjadikan seseorang itu misterius, tidak mudah ditebak, dan jarang berkomunikasi dengan orang banyak. Mungkin itulah saya dahulu di masa terlalu saya. Dan entahlah saya dulu sependiam apa. Apa saya dulu pendiam yang mengerikan juga ya? =o

Iklan

6 thoughts on “Apakah Pendiam Itu Mengerikan?

  1. saya menjadi pendiam dan pendendam dikarenakan sejak kecil saya selalu dibandingkan dengan adik saya, di sekolah sejak TK – SD tidak pernah mendapat keadilan, lalu pd saat mempunyai pacar ternyata pacar saya sukanya sma adik saya dan saya hanya dijadikan alat, lalu pada saat saya bekerja saya yang beekrja keras dan adik saya yang dimanja oleh orang yang menggaji saya dan ternyata terbongkar bahwa org tsb menyukai adik saya dan saya harus ikut-ikutan terbawa masalah padahal bukan saya yg salah, lalu saya juga mempunyai orang tua yang tidak peduli setelah saya lulus SD saya disuruh bekerja dan mengidupi diri sendiri tanpa di urus lagi oleh orang tua sedikitpun. sejak lulus SD dan bekerja saya kehilangan waktu bermain saya, saya harus bekerja mengasuh anak orang…sedangkan saya ingin sekali hidup normal seperti anak lain yang bermain dan tidak mikir biaya hidup. sekarang saya tumbuh menjadi orang pendiam, tidak gaul dan selalu berpikir bahwa saya slama ini hidup sendiri tanpa ada yang bisa diandalkan untuk membantu, dan ketika mempunyai suami .suami saya selingkuh dan menceraikan saya. saya merasa hidup ini tidak adil mengapa saya selalu menderita..dan saya kesal terhadap orang tua yang tidak bisa membantu apa-apa untuk anaknya, tidak tegas dan selalu menyuruh anaknya mengalah terhadap siapapun dan pasrah. saya ingin berubah menjadi seperti orang lain yang hidupnya normal dan banyak teman dan bisa berkomunikasi lancar tanpa ketakutan seperti saya.

    1. Mungkin dunia seakan sudab tidak berpihak pada anda. Tapi, berusahalab bersyukur dan melihat suatu hikmah dibalik hal hal buruk yang terjadi. Terkadang, Allah membungkus “hadiah” bukan dengan kemasan “cantik” melainkan dengan ujian.

      Yakinlah bahwa kesabaran anda akan dibalas oleh Allah. Hidup bukan hanya di dunia karena masih ada akhirat. Mungkin teori ini begitu susah anda terima tapi percayalah bahwa Allah mencintai orang2 yg sabar. Pasti akan ada “hadiah” menarik yang Allah janjikan bagi hambaNya yang mau bersabar ketika di dunia.

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s