Kreatif di Sosial Media?


Kreatif di Sosial Media? Facebook, Twitter, dll?

media-sosial

Sosial media kini sudah menjadi pelarian terakhir bagi orang-orang di abad ke-21 ini. Entah pelarian dari suatu masalah atau apapun alasannya. Kini sosial media menjadi pelarian orang dari dunia nyatanya sendiri. Terlebih lagi untuk kalangan muda sekarang ini yang tidak mungkin untuk tidak memiliki akun sosial media sama-sekali.

Situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, Line, WeChat, serta apapun namanya telah mengubah pola pikir orang-orang di abad ke-21 ini. Dimana mereka berpikir bahwa jejaring sosial ini dapat menjalin silahturahmi antar orang dengan jarak terjauh sekalipun. Namun pada kenyataannya adalah menghempaskan para penggunanya dari dunia nyata dan teralihkan ke dunia maya tanpa sadar. Dunia yang memang benar-benar tidak nyata. Namun, seakan seperti nyata bagi pecandunya.

Teknologi yang berkembang pesat sekarang ini memberikan dampak banyak sekali bagi manusia. Penemuan oleh satu manusia pintar dan jenius, yang dimanfaatkan oleh seribu satu macam umat dunia. Tergantung pemegang dan bagaimana penggunaannya. Pertama kali ketika digunakan adalah untuk kepentingan yang membuahkan hasil yang positif. Namun, lambat laun waktu mengubahnya menjadi negatif.

sosial-media

Sosial media. Pernahkan Anda berfikir tentang seberapa kreatifkah orang-orang di dalam akun sosial media yang dimilikinya? Dengan mudahnya ia berias dan mengunggahnya di internet. Dengan mudahnya mendapatkan teman dan saling bertukar telepon genggam. Dengan mudahnya menulis isi hatinya dengan kata-kata yang indah lalu mengunggahnya di internet. Dan dengan mudahnya rang-orang percaya dengan apa yang dilihat dan diunggah orang-orang di internet daripada melihatnya di dunia nyata. Semua orang memilih ke dunia maya daripada dunia nyata. Karena yang maya selalu lebih indah dari kenyataan. Apa dampaknya sekarang? Banyak orang-orang individualisme yang pasif dan enggan membantu orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Lebih memilih diam dan ‘melanjutkan dunianya’. Dan lebih memilih bergaul di dunia maya daripada bergaul di dunia nyata karena ketidakmampuan dalam berkomikasi langsung. Yang padahal itu semua adalah skill yang dapat dilatih dan dipelajari. Inilah bencana internet. Wallahu a’lam.

Iklan

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s