Menulis adalah Jati Diri Saya


menulis

Setiap orang memiliki bakat dan kemampuannya masing-masing. Dan terkadang sulit sekali untuk segera menyadari apa bakat, minat, dan kemampuan menonjol yang dimiliki. Itupun terjadi pada saya.

Beberapa tahun yang lalu, adalah ketika saya masih menduduki bangku SD. Saya mendengar kata ‘blog’ setelah berselancar ria di internet. Komputer dan internet adalah sahabat saya jauh sebelum saya mengenal apa itu blog. Entahlah seperti apa. Yang jelas dulu ketika pertama kali saya melihat dan membuka blog milik orang-orang di atas saya. Segalanya benar-benar menarik. Seakan mereka memiliki dunia sendiri yang dapat ditulisi apa saja yang mereka inginkan. Itulah blog, Merekalah blogger. Dan saya hanyalah anak kecil yang masih belum mengetahui apapun tentang itu.

Ketertarikan dan rasa penasaran membuahkan usaha. Jelajah internet pagi, siang, dan malam pun lebih sering daripada yang saya lakukan biasanya. Semuanya hanya untuk mencari tahu dan mempelajari apa itu blog. Dan untuk pertama kali, WordPress adalah pilihan saya yang pertama. Benar-benar pertama. Mencoba mendaftar akun blog di salah satu website blog yang terkenal. Saya ingin menjadi blogger!

Kelas 5 dan 6 SD saya habiskan untuk blogging. Entah apapun tentang blog saya pelajari saat itu. Hingga pada akhirnya saya mengorbankan nilai UASBN SD saya secara tidak sadar saking gila blogging-nya. Tapi masih tetap bersyukur karena nilaiku masih memungkinkan untuk lulus dan melanjutkan ke jenjang selanjutnya, SMP.

Waktu kenaikan kelas, saya seperti tidak pernah memikirkan seperti apa sekolah saya. Entahlah, saya tidak terlalu mempedulikan hal itu. Yang terpenting bagi saya waktu itu, saya berhasil menemukan dunia baru. Dunia baru yang mengasyikkan. Dunia itu bernama blog, Komputer dan internet adalah kendaraan yang bisa membawaku menuju kesana.

Sejak SD aku memang pendiam. Benar-benar kurang pergaulan, Dan kebiasaan itu juga berlanjut hingga awal-awal SMP. Saya tidak punya keinginan untuk meninggalkan ‘dunia saya’.

Semuanya berjalan begitu saja. Hingga teman-teman yang secara tidak sadar membangunkanku. Mereka baik-baik. Dan aku baru menyadarinya ketika menginjak pertengahan tahun belajar di SMP. Mereka mau berteman denganku. Dan mereka juga yang mengajariku tentang apa itu pertemanan dan persahabatan yang memang lebih nyata dari ‘dunia’ yang saya miliki selama ini. Dunia maya!

Kini saya menginjak kelas satu SMA. Sebuah pencapaian yang luar biasa menuju kedewasaan. Walaupun perjalanan masih panjang, tapi banyak yang sudah saya pelajari selama ini. Dan hingga akhirnya aku tersadar. Inilah bakatku. Bakat menulis, Yang benar-benar aku lakukan sedari kecil tanpa sadar. Tanpa perintah orang tua ataupun guru. Inilah potensi saya. Inilah jati diri saya. Menulis!

Menulis adalah bekerja untuk keabadian

Itsna HM – 27 Juli 2013

Iklan

Satu tanggapan untuk “Menulis adalah Jati Diri Saya

Ingin berkomentar?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s