Perbedaan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lain

Sudah diketahui sebelumnya bahwa negara kita memiliki ideologi Pancasila dimana ideologi tersebut sudah disepakati bersama serta masuk dalam kurikulum pendidikan. Beberapa ideologi lain yang mendasari tatanan hukum dan politik dari suatu negara antara lain adalah liberalisme, komunisme, dan sosialisme. Di sini, kita akan membahas perbandingan ideologi negara-negara lain dengan ideologi negara kita yaitu Pancasila. Lanjutkan membaca “Perbedaan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lain”

Iklan

Cara Aktivasi Microsoft Office menjadi 2016 Full Version tanpa Product Key

Cara Mengubah Microsoft Office 2016 menjadi Full Version tanpa Product Key

Kemarin, saya sempat memberi bantuan salah seorang teman untuk mengaktivasi atau mengubah Microsoft Office 2016 menjadi full version tanpa product key. Tutorial ini langsung berhasil ketika pertama kali saya coba. Berikut adalah tutorial cara aktivasi dan mengubah Microsoft Office 2016 menjadi full version tanpa product key.

Lanjutkan membaca “Cara Aktivasi Microsoft Office menjadi 2016 Full Version tanpa Product Key”

Hari Pernikahanku

Ini adalah hari yang tidak pernah kuduga kedatangannya. Aku akan menikah hari ini. Bukan hanya aku saja yang berbahagia, tapi setiap orang disekelilingku pun sedang hanyut dalam kebahagiaan. Semua sanak keluarga dan kerabat menghadiri kediamanku di sini. Mereka berbondong-bondong memberiku hadiah. Tak lupa, penata rias sibuk memoles wajahku seapik mungkin. Tampaknya sang penata rias sedang berusaha maksimal agar aku benar-benar menjadi ratu yang dikagumi oleh semua orang hari ini.

Aku memakai gaun panjang dengan penuh taburan permata yang gemerlapan. Gaun dengan nuansa kebaya berwarna dominan ungu muda itu serasi dengan kerudung satin segiempat yang kugunakan menali leher ke belakang. Tak lupa, sepatu hak tinggi membaluti kakiku hingga mampu menambah tinggi badanku hingga beberapa sentimeter.

Lanjutkan membaca “Hari Pernikahanku”

Waktu yang Terbuang untuk Membaca

Pernah nggak sih mikir, berapa lama kita meluangkan waktu untuk membuka layar ponsel? Entah sesibuk apapun sampai jungker walek seharian pun, rasanya masih bisa menyempatkan diri untuk membuka notifikasi di ponsel.

Mau buka hape bentar ah!

Niatnya sih sebentar. Tapi ada aja yang seru dari smartphone kesayangan kita sehingga kita pun betah untuk berdua dengannya. Baru-baru ini, game Mobile Legend merajai ponsel cowok-cowok. Waktu senggang mereka habiskan untuk bermain game tersebut beramai-ramai. Apa asyiknya sih game ini? Batinku suatu saat. Bahkan game smartphone semacam ini pernah dilombakan di fakultasku dengan hadiah jutaan rupiah bagi siapa saja pemenangnya. Aku hanya bisa melongo keheranan.

Cewek-cewek pun tidak putus asa untuk berduaan dengan ponsel mereka. Selain chat, satu-satunya hal yang paling sering mereka lakukan adalah membuka feeds Instagram. Aku yang merupakan bangsa cewek mengaku menyukai aktivitas tersebut. Scroll down pembaruan di Instagram beserta snapgramnya sudah menjadi makanan sehari-hari. Istilah endorse, selebgram, hits, kekinian, pencitraan, dan semua berita bisa kita ketahui lewat Instagram. Benar-benar kecanggihan modern yang luar biasa, batinku. Lanjutkan membaca “Waktu yang Terbuang untuk Membaca”

Kepekaan, Prioritas, Kerjasama, dan Tanggungjawab

Senin. Awal minggu yang menarik untuk membangun semangat.

Pagi ini seisi kamar sedang tenggelam dengan kesibukan masing-masing. Pukul tujuh tepat, mereka harus sudah berada di kampus. Alhasil mereka menyiapkan diri sebaik mungkin guna menyerap ilmu yang akan mereka peroleh beberapa jam kemudian di kelas.

Aku bersantai sembari beres-beres kamar. Jadwal kuliahku tidak sepagi mereka. Aku berangkat siang nanti menjelang dhuhur. Kebetulan, hari ini adalah jadwal piket kamarku. Jadi, aku berusaha membereskan serta membersihkan seisi kamar seapik mungkin. Bukankah kebersihan adalah sebagian dari iman? Dengan kebersihan kamar yang terjaga, kita tentu akan nyaman menyinggahi kamar sendiri meski barang sebentar.

Kebersihan merupakan pokok penting dalam kehidupan pribadi maupun berkelompok bahkan bisa menimbulkan masalah sosial. Lanjutkan membaca “Kepekaan, Prioritas, Kerjasama, dan Tanggungjawab”

Sakit

Hujan setahun dihapus dengan kemarau sehari.

Kemarau setahun dihapus dengan hujan sehari.

Gajah di pelupuk mata tak tampak. Semut di kejauhan tampak.

Apa lagi peribahasa yang bisa mengungkapkan apa yang kurasakan?

Beberapa hari terakhir, kakiku tiba-tiba membengkah. Seperti bekas dipukul. Rasanya sakit sekali. Letaknya di lutut kaki kanan. Sakit ini berdampak nyata ketika salat yaitu tidak bisa melakukan sujud secara benar. Jika dipaksakan, rasanya akan sakit sekali. Aku pun beberapa kali sempat mengeluh. Tapi aku langsung sadar bahwa mengeluh itu tidak menyelesaikan masalah. Sakitku tidak akan sembuh kalau aku mengeluh. Lanjutkan membaca “Sakit”

Resensi Buku Gita Savitri Devi, Rentang Kisah

cover-depan-Rentang-KisahIdentitas buku

Judul : Rentang Kisah

Penulis : Gita Savitri Devi

Penerbit : Gagasmedia

Tahun terbit : 2017

Sinopsis

Buku yang berjudul Rentang Kisah karya Gita Savitri ini bercerita tentang masa kecil Gita Savitri dan berbagai fenomena kehidupan dengan banyak pelajaran berharga bagi Gita. Gita kecil bukanlah sosok yang senang dengan orang tua. Terutama ibunya. Gita kecil melihat ibunya sebagai sosok diktator dan menakutkan. Segala arahan dari ibu harus selalu ia turuti. Kalau tidak, ibunya bisa marah besar. Kemarahan itu yang membuat Gita kecil takut sekaligus membenci ibunya. Terkadang, Gita iri dengan teman-teman sebayanya yang bisa terlihat harmonis dan akrab dengan kedua orang tua mereka. Gita tidak bisa demikian. Satu-satunya hal bisa Gita lakukan adalah menuruti semua perintah ibunya. Alhasil, Gita sudah disibukkan dengan berbagai macam kursus sesuai arahan sang ibu. Kegiatan kursus Gita tersebut selalu diantar jemput oleh ibunya. Jarang bagi Gita untuk bisa nongkrong cantik bersama teman-temannya. Lanjutkan membaca “Resensi Buku Gita Savitri Devi, Rentang Kisah”

Resensi Buku Kumpulan Cerpen berjudul La Tahzan!

Resensi Buku Kumpulan Cerpen berjudul La Tahzan!

wp-1517556080886-1121695500.jpgData buku

Judul buku      : La Tahzan! Kunci Bahagia Itu Simpel, Kok

Penerbit           : Sabil Yogyakarta

Tahun terbit     : Cetakan pertama 2015

Dimensi buku  :

Tebal buku      : 212 halaman

Sinopsis singkat

Buku yang berjudul La Tahzan ini berisi kumpulan cerita dari berbagai narasumber. Semua narasumber mengutip ayat-ayat Al Quran sebagai penunjang ceritanya walaupun hanya satu ayat. Kumpulan cerita yang berbentuk cerita ini memiliki beragam tema menarik. Ada yang memaparkan kisah hidupnya. Ada pula yang menuliskan opini pribadinya dengan maksud untuk memberi nasihat kepada pembaca. Gaya tulisan yang digunakan beberapa narasumber dalam menyampaikan tulisannya juga disampaikan dengan bahasa santai. Lanjutkan membaca “Resensi Buku Kumpulan Cerpen berjudul La Tahzan!”

Resensi Buku karya Iman Budhi Santosa, Profesi Wong Cilik

wp-15172077234041057691694.jpgResensi Buku karya Iman Budhi Santosa, Profesi Wong Cilik

Data buku

Judul buku      : Profesi Wong Cilik

Penertbit          : Basabasi Yogyakarta

Tahun terbit     : November 2017

Dimensi buku  : 20×14 cm

Tebal buku      : 308 halaman

Sinopsis

Buku karya Iman Budhi Santosa yang berjudul Profesi Wong Cilik ini bercerita tentang hasil analisa dan pengalaman penulis dalam berinteraksi dengan pelaku pekerjaan yang dianggap remeh oleh masyarakat – atau yang disebut pekerjaan tradisional – serta memahami lakon wong cilik dalam budaya Jawa yang tanpa sadar turut mengukir sejarah dalam negeri ini. Orang Jawa dikenal dengan budaya filosofinya yang kental. Tak terkecuali filosofi kehidupan sering mereka selipkan dalam pekerjaan yang menjadi mata pencariannya sehari-hari. Namun, cara pandang masyara­kat Jawa era modern berubah seiring berjalannya waktu. Semua orang berbondong-bondong untuk mendapat pekerjaan dengan pangkat tinggi serta bergaji besar agar dihormati masyarakat sekitar. Mereka pun tidak menyenangi pekerjaan-pekerjaan tradisional yang secara logika memang cenderung mengeluarkan tenaga berlebih namun hasil kerjanya sedikit. Tak jarang, pekerjaan-pekerjaan baru yang lahir di zaman modern ini menggantikan pekerjaan-pekerjaan tradisional yang sudah menjadi mata pencarian wong cilik sejak dulu. Lambat laun, filosofi kehidupan yang selalu diterapkan dalam masyarakat Jawa zaman dulu dalam menjalani hidup semakin tergilas zaman. Meskipun demikian, rupanya masih ada segelintir masyarakat Jawa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan tradisional yang turun-temurun dilakukan oleh nenek moyang sebelum mereka. Lanjutkan membaca “Resensi Buku karya Iman Budhi Santosa, Profesi Wong Cilik”

Resensi Novel terjemahan dan ulasan dari Damar Shashangka, Darmagandhul.

wp-15171139024612033400491.jpgData buku

Judul buku      : Darmagandhul – Kisah Kehancuran Jawa dan Ajaran-Ajaran Rahasia

Penerjemah      : Damar Shashangka

Penerbit           : Javanica

Tahun terbit     : Cetakan ke-2 Desember 2016

Dimensi buku  : 23×15 cm

Tebal buku     : 551 halaman

Sinopsis

Darmagandhul

Diterjemahkan dan diulas dari Serat Darmagandhul catatan induk asli peninggalan KRT. Tandhanagara, Surakarta.

Novel Darmagandhul, terjemahan dari Serat Darmagandhul asli peninggalan KRT. Tandhanagara, Surakarta, berkisah tentang percakapan tokoh bernama Darmagandhul dengan Kiai Kalamwadi. Pada suatu hari, Darmagandhul bertanya kepada Kiai Kalamwadi perihal mengapa orang Jawa berpindah agama menjadi agama Rasul (Islam). Kiai Kalamwadi pun menjelaskan secara runut sejarah dari cerita-cerita leluhur yang sudah ia dapatkan selama ini. Runtuhnya kerajaan Majapahit menjadi inti dari sejarah berpindahnya agama orang Jawa yang menganut Hindu-Budha menjadi Islam. Lanjutkan membaca “Resensi Novel terjemahan dan ulasan dari Damar Shashangka, Darmagandhul.”

Teguran Lembut untuk Sang Guru

Teguran Lembut untuk Sang Guru

Oleh Itsna Hikhmatul Maula

Murid-murid kelas X-3 SMA Trensains Tebuireng Jombang digegerkan dengan kehadiran sosok pengajar baru di sekolah mereka. Pasalnya, mereka kedatangan guru baru bernama Natalia yang akan membimbing mereka pada mata pelajaran fisika selama satu semester ke depan untuk menggantikan guru sebelumnya yang mendadak mengundurkan diri.

Langkah Natalia berhenti di depan murid-murid yang menciptakan hening. Natalia mulai memperkenalkan diri seadanya dengan bahasa cuek yang tidak mampu memecahkan secuil tawa pun dari murid satu kelas. Aksen ini mungkin terbawa dari latar belakangnya sebagai guru mata pelajaran eksak yaitu fisika.

Lanjutkan membaca “Teguran Lembut untuk Sang Guru”

Kisah Kegalauan Bunda

Pada suatu malam, saya menyempatkan diri untuk memijat kaki Ibuk. Profesi saya ketika di rumah adalah menjadi dukun pijat untuk ibu sendiri. Ketika tengah asyik memijat Ibuk sambil mengobrol ringan, tiba-tiba saja Ibuk berujar tentang keinginan beliau untuk jalan-jalan ke Rusia pada akhir tahun ini. Kali ini Ibuk akan nge-trip ke Rusia bersama teman-teman sesama perempuan alias tanpa Abah. Padahal sebelumnya ketika jalan-jalan di luar negeri, Abah dan Ibuk selalu jalan berdua. Mereka pun foto-foto di lokasi seakan orang pacaran yang tengah memadu kasih. Barangkali mereka ingin honey moon sejenak serta nostagi(l)a zaman mereka pacaran dahulu. Intinya, Ibuk akan berlibur ke Rusia bersama sekelompok ibu-ibu tanpa suami. Ibuk pun sudah membayar DP dengan nominal tertentu untuk liburan ke Rusia. Lanjutkan membaca “Kisah Kegalauan Bunda”

Kisah Mahasiswi Komputer yang Mencabuti Rumput Liar

Arek komputer kok dikongkon mbubuti suket. (Anak komputer kok disuruh mencabuti rumput). Saya mengeluh sepanjang waktu ketika diperintah Ibuk untuk mencabuti rumput liar. Ibuk hanya tersenyum dan sesekali tertawa. Sebagai anak yang baik, saya harus selalu sigap dengan apapun yang Ibuk perintahkan. Sedangkan keluhan tadi sebenarnya hanya guyonan semata. Istilahnya saya hanya ngguyoni Ibuk karena saya adalah mahasiswi ilmu komputer. Bukan mahasiswi pertanian. Jadi, saya kurang ahli kalau sudah berhubungan dengan tumbuhan.

Lanjutkan membaca “Kisah Mahasiswi Komputer yang Mencabuti Rumput Liar”

Opini Pribadi mengenai Perolehan Nilai di Sekolah

Gambar dari iTunes.

Liburan tidak serasa liburan bagi kami sebagai mahasiswa anyaran Universitas Jember yang baru genap menyelesaikan satu semester pertamanya di bangku perkuliahan. Kami sedang menunggu input nilai dari dosen melalui akun Sister masing-masing. Satu per satu nilai mata kuliah bermunculan disusul dengan pemberitaan dan obrolan sengit di grup angkatan. Hingga pada waktu batas akhir input nilai yakni 5 Januari 2018, grup angkatan di Whatsapp masih ricuh. Ada yang mengungkapkan rasa syukur akan nilai yang didapat. Tapi tidak sedikit yang mengeluhkan perolehan yang nilai dirasa kurang. Hingga pada titik akhir, mereka yang merasa nilainya kurang berusaha complaint terhadap dosen. Naas, dosen sudah lepas tangan. 

Lanjutkan membaca “Opini Pribadi mengenai Perolehan Nilai di Sekolah”

History Pemakaian Gojek selama 2017

Pada suatu sore hari yang cerah, saya menerima sebuah email dari Gojek. Karena tidak biasanya Gojek mengirim email, saya pun membuka email tersebut. Ternyata isinya adalah sebuah pemberitahuan untuk mengunjungi interface aplikasi Gojek yang nantinya akan menampilkan review penggunaan aplikasi Gojek selama tahun 2017.

email

Dengan nuansa serba hijau, Gojek tidak ketinggalan untuk menampilkan history tentang penggunaan jasa Gojek selama setahun kemarin. Setelah saya meng-klik tautan yang diinstruksikan melalui button pada email, saya diarahkan menuju sebuah website interface dengan judul GO-JEK Kilas Balik.

Halaman pertama dalam website yang ditampilkan usai saya mengklik tombol pada email adalah gambar handphone dalam genggaman tangan. Dalam handphone tersebut sudah terbuka aplikasi Gojek yang hampir sama persis dengan yang biasa kita ketahui di aplikasi aslinya. Website tersebut juga memiliki visual background yang menarik yaitu animasi perkotaan dengan sesekali ada satu-dua pengendara yang berjalan dari kiri ke kanan layar.

jd
Tampilan pertama yang sama temukan setelah mengklik tombol pada email Gojek.

Lanjutkan membaca “History Pemakaian Gojek selama 2017”