Serangkai Kisah di Pondok Quran #2

Hari kedua di pondok. Hari ini adalah hari minggu.

Aku tersentak kaget. Abah Yai menghardik salah satu santri yang sedang setoran karena bacaannya salah. Subuh nan dingin di kota Malang ternyata tak seramah Abah Yai yang kulihat sekarang. Mendadak aku yang kala itu masih mengantre di barisan belakang langsung mundur ke belakang satir. Aku takut. Akhirnya setelah lama berpikir, aku mencoba maju dan mengantre di barisan lain.

Mekanisme setoran dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok sebelah kiri aula disimak oleh Abah Yai sedang kelompok sebelah kanan disimak oleh putra-putra beliau. Hal ini hanya terjadi setiap jadwal setoran pagi dan malam. Khusus sore, hanya Abah Yai yang akan menyimak setoran. Terserah bagi santri untuk memilih setoran kepada siapa. Continue reading “Serangkai Kisah di Pondok Quran #2”

Iklan

Cinta Sejati untuk Pulang

mnnnnn
Credit picture from Verse By Verse Qur’an Study Circle

salah satu alasan yang membuat cinta orangtua kepada kita terasa begitu murni adalah penerimaan.

mereka selalu mau kembali menerima kita dalam kondisi apapun. mau wajah pucat karena sakit, badan semakin menggendut karena kebanyakan makan, rambut rontok karena stres, jerawat dengan senang hati tumbuh di wajah, dan sekusam apapun kondisi fisik kita, mereka tetap mau menerima kita untuk pulang. Continue reading “Cinta Sejati untuk Pulang”

Perjalanan yang Berakhir

Setiap orang ditakdirkan untuk pergi. Entah pergi kemana pun. Tak seorang pun diizinkan untuk menetap selamanya. Salah satu perjalanan pergi yang akan dialami setiap manusia adalah pergi dari kehidupan dunia menuju kehidupan yang lebih kekal.

Hari ketiga pasca lebaran, Ibuk mengajakku berziarah di makam ibunya atau nenekku. Kami mengendarai motor menuju pemakaman. Sengaja Ibuk memilih pagi hari sekitar pukul sembilan karena matahari telah bersinar namun belum terik dan menyengat.

“Putik, anak e kambek putune teko.”, ujar Ibuk seraya mengelus tanah di atas pembaringan ibunya. Selama hidup, kami memang terbiasa memanggil nenek dengan sebutan putik. “Ndang nduk wacakno yasin.”,

Continue reading “Perjalanan yang Berakhir”

Serangkai Kisah di Pondok Quran #1

“Mbak Hik, ojo boyong.”, ucap Halimah sehabis berdoa setelah solat. Ia langsung menjabat tanganku erat-erat Matanya berkaca-kaca. Beberapa detik kemudian ia membenamkan wajahnya di punggung tanganku seraya menangis tanpa suara.

***

23 Oktober 2016 adalah salah satu hari bersejarah dalam hidupku. Setelah sekitar lima bulan menanti tanpa daya dan guna di rumah, akhirnya Abah menemukan pondok yang cocok untukku. Namanya PPTQ Nurul Furqon Putri Malang. Lokasinya strategis karena di tengah kota, juga di sekitar pasar. Jadi, untuk mencari kebutuhan hidup sudah gampang sekali. Abah, Ibuk dan kedua adikku mengantarkanku bersama menggunakan mobil. Begitu sampai di lokasi, langsung terasa hiruk pikuk pasar besar kota malang yang super. Banyak sekali orang dengan kesibukan masing-masing. Tak jarang terjadi kemacetan di sekitar pasar. Utamanya ketika ada mobil yang ingin memarkirkan diri di sana. Salah satunya adalah mobil keluargaku. Continue reading “Serangkai Kisah di Pondok Quran #1”

Blog vs Vlog

m,mmmm
Credit picture from here.

Masih segar dalam ingatan. Kala itu adalah sekitar tahun 2009, tahun dimana saya mendaftarkan diri di WordPress dan memiliki blog. Saat itu, blog benar-benar dalam masa kejayaan selepas internet ditemukan dan semua orang kian mengenal apa itu internet. Banyak sekali artikel maupun tulisan karya banyak orang termuat dalam internet dan ditampung dalam masing-masing brand dengan sebutan blog. Di blog, setiap orang mampu menulis apapun untuk dibagikan. Entah itu cerita sehari-hari, tutorial cara membuat ini itu, artikel informati, dan lain sebagainya. Aku senang sekali membaca tulisan-tulisan mereka. Tiap kata tersusun baik. Tiap kalimat demi kalimat terlihat nyaman untuk dibaca. Hal ini Continue reading “Blog vs Vlog”

Semangat Cinta

H+4 lebaran. Mudik sejenak di kampung orang tua Ibuk yang hanya beda kabupaten. Sekembali dari mudik, cucian menumpuk pesat. Maklum, ketika lebaran aku terlalu asyik bercengkerama dengan keluarga besar yang maksimal hanya mampu bersua sekali dalam setahun. Mungkin saking asyiknya hingga membuatku lupa untuk melakukan kewajiban-kewajiban sebagaimana mestinya.

Mobil BMW putih kami melaju pelan melintasi kemacetan jalan. Aku sedikit lesu mendapati tumpukan baju kotor di bagasi Continue reading “Semangat Cinta”

Kebenaran dari Aku

wp-1495596542373.
From Xiaomi Wallpaper

Berbagi opini mengenai kehidupan setelah di pondok pesantren.

Pulang!

Siapa yang tidak menginginkan pulang setelah hidup sekian lama jauhnya dari kampung halaman. Entah mengapa, seminggu sebelum Ramadhan, aku ditakdirkan pulang karena suatu urusan.

Hari pertama setelah pulang, aku tidak bisa bangun tahajud. Alarm hp yang selama ini mampu membangunkanku pagi buta ketika di pondok, justru tidak mempan membangunkanku ketika di rumah. Aku memang terbangun. Mataku terbuka walau tidak seutuhnya. Namun, bangunku dari kesadaran hanya untuk mematikan alarm, lalu tidur lagi.

Hari kedua, aku kembali kehi;angan tahajudku. Aku memang terbangun dengan alarm hp. Namun, aku terbangun sejenak untuk mematikan alarm, lalu tidur lagi. Hari ketiga dan keempat juga bernasib sama. Aku benar-benar kehilangan tahajud, senjata terkuatku untuk mengarungi dunia, ketika aku berada di rumah. Continue reading “Kebenaran dari Aku”